Jangan Berbelanja Saat Perut Lapar, Ini Alasannya!

789

Ini mungkin sebuah skenario yang sering terjadi dalam keseharianmu: Kamu pergi ke supermarket / pasar swalayan dengan keadaan perut lapar, dan pada akhirnya keranjang belanjaanmu penuh dengan berbagai jenis makanan yang mungkin tidak bakal kamu beli jika kamu berbelanja dengan keadaan kenyang.

Nah skenario ini membuat para peneliti dari Belanda menyarankan untuk jangan berbelanja saat perut lapar. Meski begitu mereka tetap mencari cara untuk meredam kebiasaan buruk kita saat berbelanja saat perut lapar.

“Benar adanya jika seseorang pergi berbelanja dalam keadaan lapar, mereka sering mengambil keputusan tanpa berpikir matang – matang.” Ujar Tracy Cheung, calon kandidat doktorat dibidang psikologi dari Ultrecht University, Belanda.

“Ada peribahasa yang mengatakan, matamu lebih besar daripada perutmu. Kamu membeli makanan diluar yang kamu butuhkan.” Tracy Cheung berkata. Atau ketika orang lebih memilih membeli snack yang rasanya enak namun tidak sehat hanya untuk mengenyangkan perut secepat mungkin.

Jangan Berbelanja Dengan Perut Lapar
Sumber : Favourite SG

Namun dalam sebuh studi baru yang dirilis di jurnal berjudul Appetite, Cheung dan timnya ingin mencari tahu apakah kecenderungan kita untuk berbelanja tanpa berpikir panjang ini bisa digunakan untuk membantu mereka memiliki pola makan yang lebih sehat.

Peneliti berhipotesis bahwa ketika seseorang berbelanja ketika lapar, mereka lebih cenderung mengambil keputusan mengikuti apa yang orang lain lakukan. Istilah ilmiah dari fenomena ini disebut dengan Social Proof Heuristic.

Studi ini terdiri dari dua jenis eksperimen. Eksperimen pertama, sekitar 200 peserta diminta untuk mengikuti sebuah survei online, yang dimana terdapat pertanyaan mengenai seberapa laparkah mereka menggunakan skala 1 (tidak sama sekali) hingga 7 (sangat lapar). Kemudian, ketika peserta disuruh memilih diantara tujuh pasang jenis makanan, yang terdiri dari satu makanan sehat (seperti salad) dan satu makanan tidak sehat (seperti gorengan, quesadilla dan lain-lain) dalam tiap pasang makanan.

Kemudian sebagian dari peserta diberikan informasi tambahan. Dimana disetiap pasang makanan ditunjukkan sebuah grafik berisi informasi dimana sebagian besar peserta yang berkesempatan memilih sebelumnya memilih untuk makan – makanan yang sehat.

Kemudian di eksperimen yang kedua, para peneliti melibatkan peserta yang benar – benar dalam keadaan lapar. Peserta diajak mengunjungi sebuah kafetaria dan melakukan survei terhadap pengunjung kafetaria yang sedang menyantap makanannya untuk mengetahui menu yang mereka pilih.

Sama seperti percobaan sebelumnya, hampir sekitar 190 peserta diminta untuk memilih satu diantara beberapa pasang makanan yang ada dikafetaria tersebut. Dimana setengah dari peserta diberikan kesempatan melihat grafik yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta lebih memilih untuk memakan makanan sehat seperti salad.

Para peneliti menemukan bahwa ketika para peserta yang lapar melihat grafik yang cenderung berpihak ke makanan sehat, tanpa perlu menyinggung secara langsung bahwa makanan tersebut lebih sehat dibanding makanan satunya. Secara mengejutkan, para peserta tersebut memilih makanan yang lebih unggul dalam grafik – grafik yang ditunjukkan ke mereka.

Alasan Jangan Berbelanja Saat Lapar
Sumber : Kidspot Australia

“Apa yang bisa kami simpulkan dari percobaan ini adalah, selama lingkungan dimana peserta berbelanja mempromosikan gaya hidup sehat, maka kecenderungan kita untuk tidak berpikir panjang saat lapar tidak selamanya menjadi hal yang buruk.”

Cheung berujar “Supermarket bisa menciptakan lingkungan yang sehat untuk para pengunjung dengan cara menonjolkan atau mempromosikan dimana tempat untuk membeli makanan – makanan sehat. Supermarket juga bisa menaruh makanan – makanan sehat disamping kasir untuk mendorong pembeli berbelanja makan – makanan sehat.”

Dengan menerapkan trik – trik tadi untuk mempromosikan gaya hidup sehat, Cheung berpendapat bahwa kebiasaan buruk kita saat berbelanja saat perut lapar secara perlahan akan berubah menjadi sebuah kebiasaan yang baik dan menyehatkan.

You might also like More from author

Comments