Benar atau Salah : 12 Mitos Kanker Payudara

1.195

Benar atau Salah : 12 Mitos Kanker Payudara dan Fakta Dibaliknya!

Ketika membicarakan tentang kanker payudara, banyak kabar yang beredar menyelimuti salah satu kanker yang paling mematikan ini. Walau sebagian besar informasi mengenai kanker payudara itu benar dan teruji secara klinis, beberapa informasi yang beredar dimasyarakat justru menyesatkan. Berikut ini adalah mitos kanker payudara dan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Mitos Kanker Payudara pertama : Jika kamu merasakan benjolan di payudaramu, itu berarti kamu mengidap kanker payudara.

Tidak semua benjolan disekitar payudara merupakan pertanda anda mengidap kanker payudara.

Sebuah benjolan, yang bisa muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran tergantung dari siklus menstruasi anda bisa diakibatkan oleh kondisi yang bernama fibrosistik. Benjolan yang ditimbulkan oleh kondisi ini memang terasa mirip jika anda melakukan pemeriksaan kanker payudara sendiri dikedua payudara anda.

Fibrosistik sering terjadi pada wanita berusia 20 hingga terjadinya menopause. Sebuah benjolan yang muncul belum tentu berpotensi menjadi sebuah tumor. Namun, untuk berjaga – jaga, kunjungilah dokter langgananmu untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mitos kanker payudara kedua : Jika payudaramu sering terasa sakit, anda mengidap kanker payudara.

Suatu fenomena yang sering terjadi kepada wanita usia produktif (20 hingga 40 tahun) untuk merasakan rasa sakit pada payudara mereka. Rasa sakit ini makin sering muncul ketika anda datang bulan.

Sama dengan kondisi diatas, jika anda merasa was – was dengan rasa sakit yang timbul didada anda, kunjungilah dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

mitos kanker payudara pexels
Sumber : Pexels

Mitos kanker payudara ketiga : Jika anda tidak merasakan gejala apapun di payudara anda, itu berarti anda bebas dari kanker payudara.

Banyak penderita kanker payudara didiagnosa mengidap kanker payudara walau tidak mengalami rasa sakit atau munculnya benjolan di dada mereka.

Oleh karena itu, selain pemeriksaan sendiri secara rutin dan pemeriksaan payudara secara medis setiap tahun, disarankan anda untuk mengikuti tes mamograms secara rutin jika anda termasuk kategori usia yang disarankan untuk melakukan pemeriksaan menggunakan mammograms.

Mammograms membantu anda mendeteksi munculnya kanker payudara sejak dini sebelum sel kanker menunjukkan gejala – gejala seperti benjolan atau rasa sakit di payudara anda. Dengan begitu anda berkesempatan untuk mendapatkan perawatan sejak dini yang memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi untuk menghilangkan sel kanker payudara.

Mitos kanker payudara keempat : Jika setelah mengikuti tes mammogram dokter anda merekomendasikan untuk mengikuti tes lebih lanjut, anda mengidap kanker payudara.

Menurut National Cancer Institute, hanya 1 dari 20 wanita yang mengikuti tes lanjutan setelah mengikuti tes mammogram yang positif mengidap kanker payudara.

Mitos kanker payudara kelima : Anda akan kehilangan payudara jika anda mengidap kanker payudara

Tidak semua penderita kanker payudara harus rela kehilangan payudara mereka. Itu semua ditentukan dari tipe operasi yang mereka tempuh dan seberapa luas penyebaran tumor yang diderita.

Banyak wanita yang masih pada fase pertama atau awal dari kanker payudara bisa mendapatkan perawatan efektif tanpa harus melalui proses operasi pengangkatan tumor (yang biasa disebut lumpektomi atau mastektomi parsial)

Bahkan jika anda melakukan operasi mastektomi secara keseluruhan, anda bisa menjalani operasi rekonstruksi payudara setelah anda sembuh.

mitos kanker payudara pexels
Sumber : Pexels

Mitos kanker payudara keenam : Jika anda seorang pengidap kanker payudara maka anda harus mengikuti kemoterapi.

Perlu tidaknya kemoterapi dalam pengobatan kanker payudara seseorang sangatlah tergantung dari tipe, tingkatan dan penyebaran dari kanker payudara itu sendiri.

Skor tingkat kemunculan membantu anda menentukan apakah anda diuntungkan dari menjalani kemoterapi atau tidak. Pada beberapa tingkatan awal kanker payudara, terapi hormon atau terapi HER2 (Jika anda mengidap kanker payudara tipe HER2) dilakukan dipermukaan sel kanker yang diderita.

Terapi hormon ini terkadang lebih direkomendasikan oleh para doktor ketimbang mengikuti kemoterapi.

Mitos kanker payudara ketujuh : Mengidap kanker payudara membuat anda harus rela kehilangan rambut anda

Rambut adalah mahkota dari setiap wanita, sehingga wajar ada beberapa yang khawatir akan kehilangan rambut mereka setelah melalui proses perawatan kanker payudara.

Kemoterapi (yang sering menjadi pilihan untuk merawat penderita kanker) berdampak terhadap proses pembelahan sel terutama sel kanker.

Dikarenakan sel – sel yang berada dalam helaian rambut dan kulit kepala penuh dengan sel yang membelah diri secara cepat, mengikuti kemoterapi dapat mempengaruhi proses pembelahan diri sel – sel yang ada dikulit kepala dan helai rambut.

Beberapa jenis pengobatan kemoterapi menyebabkan rontoknya rambut secara keseluruhan. Sedangkan ada tipe kemoterapi yang sama sekali tidak berdampak terhadap kondisi rambut dan kulit kepala.

Dikarenakan banyaknya perawatan yang tersedia bagi penderita kanker payudara, tidak semua penderita kanker payudara harus kehilangan rambut mereka.

Mitos kanker payudara kedelapan : Kebanyakan wanita yang mengidap kanker payudara memiliki hubungan keluarga dengan pengidap kanker payudara lainnya.

Menurut penelitian dari American Cancer Society, kurang lebih 90 persen dari kasus kanker payudara dikaitkan dengan pola hidup dan lingkungan yang tidak sehat.

Faktor – faktor yang bisa meningkatkan resiko anda terkena kanker payudara adalah :

  • Konsumsi Alkohol
  • Berat badan berlebih pasca menopause
  • Lingkungan hidup yang tidak sehat

Hanya 5 hingga 10 persen dari kasus kanker payudara yang berkaitan dengan susunan genetik seseorang dengan susunan genetik orang tua atau keluarga kandung mereka.

mitos kanker payudara pexels
Apakah BH  anda yang anda kenakan bisa menyebabkan kanker payudara?  Sumber : Pexels

Mitos kanker payudara kesembilan : Beberapa jenis BH menyebabkan timbulnya kanker payudara

Pada sebuah studi yang dilakukan tahun 2014, tidak ada dampak yang ditimbulkan dari menggunakan BH dengan kawat penahan dibawahnya. Tidak ada penelitian dan jurnal yang menunjukkan bahwa penggunaan BH jenis tertentu menyebabkan munculnya kanker payudara.

Mitos kanker payudara kesepuluh : Menggunakan deodoran dan antiperspirant bisa menyebabkan kanker payudara.

Menurut National Cancer Institute, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan deodoran atau antiperspirant secara langsung menyebabkan kanker payudara.

Juga tidak ditemukannya bukti bahwa bahan – bahan kimia yang terkandung dalam deodoran atau antiperspirant dapat menyebabkan kanker.

Mitos kanker payudara kesebelas : Kanker payudara hanya menyerang wanita dewasa.

Sebenarnya kanker payudara dapat terjadi kepada wanita berusia berapa saja. Namun, sangat langka kanker payudara menyerang anak – anak dan remaja.

Sebuah artikel dalam jurnal mengenai operasi plastik menemukan bahwa hanya satu dari sejuta wanita berumur dibawah 20 tahun yang mengidap kanker payudara.

Biasanya mereka yang mengidap kanker payudara berusia dibawah 20 tahun memiliki benjolan sangat besar dibagian dada mereka.

Mitos kanker payudara kedua belas : Hanya wanita saja yang bisa terkena kanker payudara.

Kanker payudara 100 kali lebih rawan terjadi kepada wanita dibandingkan pria. Namun menurut American Cancer Society, diperkirakan ada 2.470 laki – laki dewasa di Amerika Serikat yang telah didiagnosa mengidap sel kanker payudara pada tahun 2017.

Gejala kanker payudara yang muncul pada pria biasanya berupa munculnya benjolan disekitar area puting atau berubahnya warna dibeberapa area didada mereka.

Pria sendiri disarankan untuk melakukan pengecekan sendiri layaknya yang dilakukan oleh para kaum hawa.

Kurangnya informasi menyebabkan publik tidak terlalu sadar mengenai resiko kanker payudara yang mengintai para laki – laki. Laki – laki yang mengidap kanker payudara biasanya cuek ketika salah satu gejala terjadi kepada mereka, sehingga kanker payudara mereka lebih sulit untuk diobati.

Jadi bagaimana sahabat diary sehat? Apakah anda kini lebih memahami mengenai gejala, pengobatan dan pencegahan dari kanker payudara?

Perlu diingat artikel ini hanya berfungsi sebagai referensi informasi semata, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mendetail.

Artikel terkait yang mungkin menarik buat anda.

5 Fakta Mengejutkan Mengenai Kanker Serviks

 

You might also like More from author

Comments