8 Penyakit Akibat Mengonsumsi Makanan Cepat Saji Berlebihan

2.000

Apa saja penyakit yang muncul akibat mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan?

Menurut analisa data statistik yang disediakan oleh Biro Ketenagakerjaan Amerika oleh American Food Institute, generasi milenial cenderung menghabiskan 44 persen uang makan mereka untuk makan makanan cepat saji.

Mengonsumsi makanan cepat saji sesekali sebenarnya tidak apa – apa, namun kebiasaan untuk menjadikan makanan cepat saji sebagai makanan rutin akan membawa dampak buruk untuk kesehatan tubuhmu. Berikut ini 8 gangguan kesehatan yang sering terjadi akibat mengonsumsi makanan cepat saji.

1. Munculnya Penyakit Yang Menyerang Sistem Percenaan dan Peredaran Darah

akibat mengonsumsi makanan cepat saji darah pixabay
Foto : Pixabay

Gangguan kesehatan akibat sering mengonsumsi makanan cepat saji yang pertama adalah terganggunya sistem pencernaan dan peredaran darah.

Kebanyakan makanan cepat saji, termasuk minuman bersoda dan makanan pelengkapnya, lebih banyak mengandung karboidrat dan hamper tidak mengandung serat.

Ketika sistem pencernaanmu mencoba mengurai makanan – makanan tersebut menjadi protein yang dibutuhkan tubuh, karbohidrat ini diurai menjadi glukosa ( zat gula darah ) dan masuk kedalam sistem peredaran darah.

Alhasil, kadar gula darah anda melejit. Pankreas anda pun bereaksi dengan melepaskan insulin dalam jumlah besar. Insulin berfungsi untuk mengedarkan glukosa ke sel – sel tubuh yang membutuhkannya sebagai energi.

Ketika tubuhmu menggunakan sebagian besar glukosa yang diproduksi, maka kadar gula darahmu akan kembali normal. Namun ketika tubuhmu terus – terusan mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar, maka pancreas akan memproduksi insulin dalam jumlah besar.

Hal ini akan membuat kepekaan tubuh akan insulin berkurang. Berkurangnya respon tubuh terhadap insulin beresiko atas naiknya berat badan, kebal insulin, dan diabetes tipe dua.

2. Bahaya Laten Menumpuknya Gula dan Lemak Jenuh Dalam Tubuh

akibat mengonsumsi makanan cepat saji gula pixabay
Foto : Pixabay

Banyak makanan cepat saji banyak mengandung gula. Bukan hanya berarti mengandung kalori ekstra, juga mengandung nutrisi yang sangat kecil. American Heart Association menyarankan hanya mengonsumsi gula sebesar 100 hingga 150 kalori per hari.

Banyak makanan cepat saji mengandung gula lebih dari 100 kalori dalam satu takaran sajinya. Soda sebanyak 300 ml mengandung 8 sendok the gula, yang setara dengan 130 kalori.

Lemak trans adalah lemak yang berasal dari proses pembuatan makanan modern. Seringnya ditemukan di :

• Kentang Goreng
• Roti
• Pizza
• Biskuit
• Gorengan

Lemak trans sama sekali tidak bermanfaat untuk tubuh. Makanan yang mengandung lemak trans meningkatkan jumlah LDL alias kolesterol jahat, mengurangi HDL / kolesterol baik, dan meningkatkan resiko kamu terkena diabetes dan serangan jantung.

Makan di restoran / warung makan juga sering bermasalah dengan jumlah kalori yang disajikan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makan ditempat makan atau restoran memiliki jumlah kalori lebih banyak sebesar 20% dibanding makan dirumah.

3. Konsumsi Sodium Berlebihan Tidak Baik Untuk Kesehatan Jantung

akibat mengonsumsi makanan cepat saji garam stocksnap
Foto : Stocksnap

Salah satu gangguan kesehatan akibat mengonsumsi makanan cepat saji yang jarang orang sadari adalah tingginya konsumsi sodium harian mereka.

Kombinasi akan lemak, gula, dan sodium (garam) adalah rahasia mengapa makanan cepat saji terasa nikmat. Namun kandungan sodium yang tinggi dalam makanan cepat saji bisa berujung ke dehidrasi, yang membuatmu merasa kembung atau wajah membengkak setelah makan.

Pola makan yang tinggi sodium juga berbahaya untuk mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau rendah. Sodium dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan gangguan jantung dan sistem peredaran darah.

Menurut sebuah studi, sekitar 90 persen orang dewasa meremehkan jumlah sodium yang mereka konsumsi. Sebuah studi menyurvei 993 orang dewasa dan menemukan jumlah sodium yang mereka konsumsi 6 kali lipat lebih banyak.

Perlu diingat, American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 2.300 miligram sodium per harinya. Satu porsi makanan cepat saji setara dengan setengah jumlah sodium yang disarankan.

4. Munculnya Gangguan Sistem Pernafasan

Konsumsi kalori yang berlebihan dari makanan cepat saji bisa berujung kepada obesitas.

Obesitas meningkatkan resiko gangguan pernafasan secara dras1361tis, seperti asma atau nafas tersengal – sengal. Semua diakibatkan oleh berat badan yang berlebih memberikan tekanan ekstra kepada jantung dan paru – paru.

Foto : netdoctor.uk

Baca Juga : Lakukan Hal Berikut Ini Jika Rekan Kerja Asmanya Kambuh!

Anda mungkin akan menyadari akan sulitnya bernafas secara normal ketika melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, menaiki tangga, atau berolahraga.

Untuk anak kecil, resiko dari gangguan pernafasan terlihat lebih jelas. Sebuah studi menemukan anak yang mengkonsumsi makanan cepat saji setidaknya tiga kali dalam seminggu beresiko lebih besar untuk terkena asma.

5. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Cepat Saji Dapat Menyebabkan Depresi

akibat mengonsumsi makanan cepat saji depresi Vic Tor
Foto : Vic Tor Pexel

Ternyata salah satu gangguan kesehatan akibat mengonsumsi makanan cepat saji adalah resiko terkena depresi menjadi lebih besar.

Alasan mengapa makanan cepat saji sangat populer karena makanan cepat saji mampu memberikan rasa kenyang dalam waktu yang cukup singkat. Namun jika mengonsumsinya dalam jangka panjang dapat berdampak pada kondisi kesehatan mental yang mengonsumsinya.

Baca Juga : Manfaat Meditasi Untuk Kesehatan Mentalmu.

Menurut sebuah studi ditemukan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan cepat saji secara rutin 51% lebih rawan terkena depresi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi makanan cepat saji.

6. Mengonsumsi Makanan Cepat Saji Merusak Sistem Reproduksi

akibat mengonsumsi makanan cepat saji kehamilan freestocksorg
Foto : FreekStock.org

Bahan – bahan yang terkandung dalam makanan cepat saji bisa berpengaruh terhadap kesuburanmu. Sebuah studi menemukan bahwa beberapa makanan cepat saji mengandung senyawa phtalates. Phtalates adalah senyawa kimia yang bisa mempengaruhi aktifitas hormon didalam tubuhmu.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung phtalates dapat menyebabkan gangguan terhadap sistem reproduksi, contohnya keguguran dan keturunan beresiko besar mengalami cacat fisik.

7. Penyakit Kulit Akibat Mengonsumsi Makanan Cepat Saji

akibat mengonsumsi makanan cepat saji kulit pixabay
Foto : Pixabay

Seperti yang umum diketahui, pola makanan kita bisa berpengaruh terhadap penampilan kulit kita. Dahulu kita sering mendengar bahwa mengonsumsi coklat dan pizza secara berlebihan dapat menyebabkan wajah menjadi penuh dengan jerawat.

Namun penelitian terbaru yang dilansir oleh Mayo Clinic menyebutkan hal tersebut terjadi karena karbohidrat. Makanan yang mengandung banyak karbohidrat membuat kadar gula darah meningkat. Jerawat adalah satu efek samping disaat kadar gula dalam darah melebihi batas wajar.

Anak – anak dan remaja yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih dari tiga porsi seminggu juga lebih berpotensi terkena eczema dibanding mereka yang mereka yang tidak mengonsumsi makanan cepat saji secara berlebihan.

Eczema adalah kondisi penyakit dimana muncul bintik – bintik dikulit yang menyebabkan rasa gatal dan panas.

8. Melemahkan Kinerja Otot dan Mengurangi Kepadatan Tulang

akibat mengonsumsi makanan cepat saji otot pixabay
Foto : Pixabay

Karbohidrat dan gula yang terkandung di makanan cepat saji mampu meningkatkan kadar asam dalam mulutmu secara drastis.

Tingginya kadar asam dimulut melemahkan lapisan enamel di gigi. Seiring dengan menipisnya lapisan enamel, bakteri akan lebih leluasa menempel digigi dan menyebabkan munculnya karang gigi atau gigi berlubang.

Obesitas juga bisa berdampak langsung akan kepadatan tulang dan masa otot. Mereka yang menderita obesitas memiliki resiko lebih besar untuk terjatuh dan mematahkan tulang mereka.

Oleh karena itu sangat penting untuk anda untuk berolahraga secara rutin untuk menjaga kekuatan otot dan tulang. Selain itu, menjaga pola makan sangat membantu menjaga kepadatan tulang dalam tubuh.

Mengingat banyaknya gangguan kesehatan yang timbul akibat mengonsumsi makanan cepat saji , maka dewasa ini sudah mulai banyak orang yang mulai mengubah pola makannya menjadi lebih sehat.

Kita harus mulai memperhatikan jumlah kalori, gula dan sodium yang kita konsumsi sehari – hari agar terhindar dari kedelapan gangguan kesehatan diatas.

Selain karena gangguan kesehatan yang dampaknya langsung muncul, dalam jangka panjang mengonsumsi makanan cepat saji dapat mengakibatkan komplikasi yang bisa berujung kematian.

Buat orang tua yang bingung bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi anaknya, bisa baca artikel mengenai cara terbaik memenuhi kebutuhan gizi anak anda.

You might also like More from author

Comments