Hubungan Berat Badan Dengan Penyakit Jantung

1.825

Hubungan Berat Badan Dengan Penyakit Jantung

Apakah ada kaitan antara berat badan dengan penyakit jantung? Berat badan anda ada kaitannya dengan resiko anda terkena penyakit jantung. Berat badan berlebih atau obesites secara drastis meningkatkan resiko anda terkena penyakit jantung.

Jika anda sendiri termasuk salah satu pengidap penyakit jantung, maka menjaga berat badan adalah hal penting yang harus anda perhatikan dalam kehidupan anda sehari – hari.

Mayo Clinic melaporkan bahwa mereka yang memiliki kelebihan lemak diarea perut lebih beresiko mengalami penyakit jantung dan diabetes.

Berat badan sendiri memiliki pengaruh sangat besar jika anda seorang pria dengan lingkar pinggang diatas 40 inchi (sekitar 100 centimeter) atau wanita dengan lingkar pinggang diatas 35 inchi (sekitar 88 centimeter).

Bagaimana cara anda mengendalikan atau menurunkan berat badan anda jika anda beresiko tinggi untuk terkena penyakit jantung atau sebelumnya pernah terkena serangan jantung? Berikut adalah hal – hal yang bisa anda lakukan untuk menjaga berat badan anda tetap terkendali.

Mengendalikan Jumlah Kalori Yang Anda Konsumsi

AHA atau Asosiasi Jantung Amerika menekankan bahwa cara terbaik untuk mengurangi berat badan adalah membakar lebih banyak kalori dibandingkan yang masuk kedalam tubuh anda.

Pernyataan ini ditujukan kepada pria dan wanita, baik yang sehat maupun memiliki penyakit jantung. Walaupun kendengarannya sederhana, namun jika anda sendiri menderita obesitas dan gangguan penyakit seperti diabetes dan sakit jantung, maka mengendalikan kalori yang anda konsumsi bisa menjadi tantangan tersendiri.

Ada dua hal yang bisa anda ubah dari gaya hidup anda untuk mengurangi jumlah kalori yang anda konsumsi dan membakar lebih banyak kalori dari tubuh anda: Dengan mengubah jenis makanan yang anda makan dan lebih rajin menggerakkan tubuh anda.

Jadi, jika anda ingin mengurangi berat badan anda sebanyak satu kilogram dalam seminggu tanpa mengakibatkan efek samping, AHA merekomendasikan anda untuk mengurangi kalori dimakanan dan minuman anda sebesar 1000 kalori per hari.

Memperbaiki Diet

Makan Setelah Atau Sebelum Olahraga
Jenis makanan yang kamu makan mempengaruhi efek dari makan setelah atau sebelum olahraga. Foto oleh Angela J Angele J

Berbagai institusi kesehatan didunia menyerankan untuk menggandakan konsumsi sayuran dan buah – buahan dalam menu anda sebagai cara terbaik untuk mengurangi resiko sakit jantung dan mengendalikan berat badan.

Berikut adalah panduan mengenai menyiapkan menu makanan yang rendah kalori dan membantu anda mengembalikan berat badan anda ketingkatan normal:

  • Mengonsumsi  biji – bijian (seperti beras merah atau roti gandum) ketimbang  mengonsumsi nasi putih.
  • Mengganti konsumsi daging merah anda dengan ikan laut,
  • Menggunakan minyak zaitun ketimbang mentega,
  • Meminum susu bebas lemak atau rendah kalori,
  • Mengurangi konsumsi sodium (Garam),
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang rendah gula, dan
  • Jika anda mengunjungi restoran, pesanlah menu yang dipanggang atau direbus ketimbang yang digoreng.

Baca Juga : Apa Manfaat Mengunyah Makanan Sebanyak 32 Kali?

Rajin Berolahraga

Bahaya Dehidrasi
Rajin Berolahraga Mampu Mengurangi Resiko Penyakit Jantung – Foto : Stocksnap

Ketika kita membahas bagaimana cara efektif untuk menurunkan berat badan, mengatur apa yang kita makan hanyalah setengah dari apa yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan secara efektif.

Aktifitas fisik yang dilakukan secara konsisten sangatlah membantu anda yang ingin menurunkan berat badan dan tekanan darah anda. Menurut AHA, dengan rajin berolahraga, maka anda menurunkan resiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Dan jika anda tidak hanya ingin menurunkan berat badan namun menjaga berat badan anda, anda diwajibkan untuk rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan – makanan sehat. Hanya melakukan salah satu saja tidak mampu menjaga berat badan anda dalam jangka waktu berkepanjangan.

Aktifitas fisik yang bisa anda lakukan untuk mengurangi berat badan anda berbeda satu sama lainnya, jadi ada baiknya anda berdiskusi dengan dokter anda mengenai seberapa banyak dan aktifitas jenis apa yang bisa anda lakukan.

Asosiasi Jantung Amerika sendiri memberi beberapa panduan bagi penderita jantung yang ingin mengurangi berat badannya dengan berolahraga. Beberapa tips tersebut adalah:

  • Melakukan olahraga aerobik tingkat menengah seperti berjalan cepat selama 30 menit dalam lima hari seminggu, lakukan terus setiap minggu,
  • Lakukan secara perlahan – lahan, jika anda tidak mampu untuk berjalan cepat selama 30 menit, cukup mulai dengan 10 menit dan latih terus hingga mampu berjalan cepat selama 30 menit,
  • Jika anda mengalami kesulitan melakukannya dalam satu sesi, pecah sesi – sesi olahraga anda menjadi beberapa bagian (Contoh: berjalan cepat 15 menit dipagi hari dan disore hari setelah pulang kerja.), dan
  • Memperkuat otot – otot yang ada di lengan, kaki, punggung, dada, perut dan pundak dengan mengangkat beban ringan. Selain membantu menurunkan berat badan, mengangkat beban membantu anda mengurangi lemak diperut dan menjaga masa otot anda disaat proses penurunan berat badan. Namun perlu diingat, latihan otot tidak memberikan manfaat yang setara dengan yang diberikan oleh olahraga aerobik kepada penderita penyakit jantung.

Jika anda adalah seseorang dengan riwayat penyakit jantung, sangatlah penting untuk mengetahui batas kemampuan fisik anda. Dokter anda bisa membantu anda menetapkan target berat badan yang ideal sesuai dengan penyakit jantung yang anda alami dan kondisi anda sekarang.

Baca Juga : Tips Berolahraga Bagi Penderita Penyakit Jantung.

Walau kelihatannya melelahkan dan menantang, menurunkan berat badan dengan penyakit jantung sangat erat kaitannya.

Dengan mengubah pola makan dan hidup kearah yang lebih baik, maka anda akan merasa lebih bugar dan tidak was was akan kondisi fisik anda, walaupun anda mungkin memiliki penyakit jantung.

Informasi hubungan berat badan dengan penyakit jantung yang ada di Diary Sehat bertujuan hanya sebagai sarana informasi dan edukasi semata.

Semua pernyataan yang tercantum di website ini belum dievaluasi oleh dinas kesehatan dan instansi berwenang lainnya.

Harap menghubungi dokter sebelum Anda melakukan perawatan terhadap penyakit Anda.

You might also like More from author

Comments