Apa Itu ADHD? Gejala, Penyebab Dan Jenisnya

1.939

Apa Itu ADHD? Apa Saja Gejala, Penyebab Dan Jenis – Jenis ADHD?

Apa Itu ADHD? ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. ADHD adalah kelainan mental yang dimana penderitanya menjadi sangat hiperaktif dan impulsif. Mereka yang mengidap ADHD juga sangat kewalahan ketika diminta memfokuskan pikiran mereka pada satu jenis kegiatan atau disuruh duduk diam dalam waktu yang lama.

ADHD bisa terjadi pada anak – anak atau orang dewasa. Yuk kita pelajari jenis – jenis ADHD dan gejala yang muncul pada anak – anak ataupun orang dewasa.

Gejala ADHD

Banyak perilaku yang bisa berkaitan dengan ADHD. Beberapa jenis perilaku yang sering dikaitkan dengan penderita ADHD adalah:

  • Susah fokus atau berkonsentrasi pada suatu tugas,
  • Sering lupa menyelesaikan sesuatu,
  • Gampang teralihkan,
  • Tidak bisa duduk diam,
  • Suka menyela orang saat berbicara.

Jika sahabat diary sehat atau anak anda memiliki ADHD, aanda bisa memiliki salah satu atau kesemua gejala diatas. Gejala yang muncul sendiri bergantung dari jenis ADHD yang kamu miliki.

Jenis – jenis ADHD

ADHD dan Penyebabnya
Foto : Pixabay

Agar diagnosa ADHD menjadi lebih akurat dan konsisten, Asosiasi Psikiater Amerika Serikat membagi kondisi yang dialami penderita ADHD menjadi tiga kategori, atau tipe.

Ketiga tipe tersebut biasa disebut dengan predominantly inattentive, predominantly hyperactivity-impulsive, dan kombinasi dari kedua tipe sebelumnya.

ADHD Predominantly Inattentive

Sesuai dengan namanya, mereka yang memiliki ADHD Predominantly Inattentive memiliki kesulitan untuk fokus, menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas, dan mengikuti instruksi dari orang lain.

Para ahli juga berpendapat bahwa banyak anak kecil yang menderita ADHD Inattentive sering tidak mendapatkan pemeriksaan yang layak. Ini dikarenakan mereka dianggap sebagai anak badung yang sering menganggu kegiatan belajar mengajar disekolah. Tipe ADHD Predominantly Inattentive sendiri sering muncul pada anak perempuan.

ADHD Predominantly Hyperactive-Impulsive

Penderita ADHD Predominantly Hyperactive-Impulsive menunjukkan perilaku yang sangat impulsif dan cenderung hiperaktif. Perilaku yang sering dilakukan oleh penderita ADHD jenis ini antara lain sering memainkan benda ditangannya, menyela orang saat berbicara, dan tidak sabaran saat mengantri.

Walau penderita ADHD ini tidak mengalami kesulitan berkonsentrasi seperti penderita ADHD Inattentive, perilaku hiperaktif impulsif mereka kadang – kadang membuat mereka sulit menyelesaikan sesuatu dengan tenang.

ADHD Kombinasi (Hiperaktif Impulsif dan Inatentif)

ADHD berikuta dalah jenis ADHD yang paling banyak ditemukan. Mereka yang memiliki ADHD kombinasi menunjukkan kemampuan berkonsentrasi yang kurang dan perilaku yang sangat hiperaktif.

Jenis ADHD yang sahabat diary sehat atau anak anda derita menentukan perawatan terbaik yang mereka terima. ADHD yang anda atau anak anda derita sendiri bisa berubah seiring waktu, sehingga perawatan yang harus jalani pun harus berubah juga.

Apa Perbedaan ADD dengan ADHD?

Mungkin jika anda pernah mendengar istilah “ADHD”, anda pernah juga mendengar istilah ADD.

Jadi apa perbedaan ADD dengan ADHD?

ADD, atau Attention Deficit Disorder, adalah istilah yang sudah tidak digunakan lagi. Istilah ADD sering digunakan untuk menjelaskan perilaku orang yang susah sekali ketika diminta untuk berkonsentrasi, namun tidak menunjukkan perilaku hiperaktif atau impulsif.

Istilah ADD sendiri kini telah berganti menjadi ADHD Predominantly Inattentive.

ADHD adalah istilah yang mencakup orang dengan tingkat konsentrasi dibawah normal dan tingkat energi diatas orang biasa. Istilah ADHD sendiri resmi digunakan dalam dunia medis pada tahun 2013, ketika Asosiasi Psikiater Amerika Serikat merilis buku petunjuk dan statistik dari pasien gangguan kejiwaan edisi kelima.

Buku ini yang menjadi acuan para psikiater dan dokter ketika memutuskan jenis gangguan kejiwaan yang pasien alami.

ADHD pada orang dewasa

Lebih dari 60 persen anak – anak yang dulunya memiliki ADHD masih menunjukkan perilaku atau gejala yang sama saat mereka beranjak dewasa.

Oleh karena itu, pengobatan semenjak dini sangatlah disarankan. ADHD yang tidak ditangani dengan baik pada orang dewasa bisa membawa beberapa efek negatif.

Salah satu efek negatif yang ditimbulkan ADHD antara lain kesulitan mengatur waktu, pelupa, dan tidak sabaran sehingga bisa menyebabkan masalah dirumah, dikantor atau dikehidupan sosial apda umumnya.

ADHD pada anak – anak

Satu diantara 10 anak berusia 5 hingga 17 tahun diduga menderita ADHD, menjadikan ADHD menjadi salah satu gangguan kejiwaan paling umum pada anak kecil (Menurut data yang diambil di Amerika Serikat).

ADHD sendiri identik dengan kesulitan belajar disekolah. Anak – anak dengan ADHD sering terlibat masalah dengan guru saat mengikuti kegiatan belajar mengajar didalam kelas.

Anak laki – laki memiliki kemungkinan dua kali lipa untuk memiliki ADHD ketimbang anak perempuan. Ini dikarenakan anak laki – laki cenderung lebih aktif berkatifitas dibandingkan anak perempuan.

Beberapa anak perempuan juga menunjukkan perilaku hiperaktif dan impulsif, namun gejala yang umum terjadi pada anak perempuan dengan ADHD adalah:

  • Suka melamun,
  • Sering merasa cemas,
  • Terkadang merasa depresi,
  • Cerewet ketimbang hiperaktif,
  • Sangat mudah terpengaruh emosinya.

Perlu diingat, gejala – gejala ADHD sendiri mirip dengan tingkah laku anak – anak pada umumnya, sehingga susah untuk mendiagnosa perilaku yang terkait dengan ADHD secara tepat.

Apa yang menyebabkan ADHD?

Walau kasus ADHD sendiri kini mulai sering terdengar, para dokter dan peneliti masih belum seratus persen yakin dengan penyebab utama terjadinya ADHD.

Ada yang percaya bahwa ADHD memiliki keterkaitan dengan kelainan di sistem syaraf. Beberapa yakin ADHD berkaitan dengan faktor genetik.

Penelitian menunjukkan bahwa berkurangnya dopamine dalam tubuh menjadi salah satu faktor utama dalam kasus ADHD.

Dopamine adalah senyawa kimia diotak yang membantu mengirimkan sinyal dari satu titik syaraf ketitik lainnya. Dopamine berperan penting dalam memicu timbulnya reaksi emosional dari seseorang.

Beberapa penelitian berargumen bahwa ADHD disebabkan karena adanya perbedaan struktur otak penderita ADHD dengan orang normal.

Hasil studi mengindikasikan bahwa penderita ADHD memiliki “area abu-abu” diotak yang lebih sedikit dibandingkan dengan orang pada umumnya.

Area abu-abu alias Gray matter ini berperan dalam:

  • Kemampuan berbicara seseorang,
  • Kemampuan mengendalikan diri,
  • Kemampuan mengambil keputusan,
  • Kemampuan mengendalikan otot ditubuh.

Penelitian untuk mengungkap penyebab utama ADHD sendiri masih terus dilakukan. Faktor lain yang dianggap berperan pada terjadinya ADHD adalah paparan asap rokok pada Ibu hamil.

Diagnosa dan Tes Untuk ADHD.

Tidak ada satu tes yang bisa memberikan jawaban mutlak apakah anda atau anak anda mengidap ADHD atau tidak.

Sebuah studi terbaru menunjukkan manfaat metode tes terbaru untuk mengetahui ADHD pada orang dewasa, namun banyak praktisi kesehatan yang emnganggap bahwa ADHD tidak bisa didiagnosa hanya dengan satu jenis tes saja.

Untuk melakukan diagnosa, Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan terkait perilaku anda yang ada kaitannya dengan gejala umum yang biasa ditunjukkan penderita ADHD selama enam bulan terakhir.

Dokter pun mungkin menanyai beberaa anggota keluarga anda atau teman dekat anda dan menggunakan checklist untuk mengulas kembali gejala – gejala yang anda atau anak anda tunjukkan.

Dokter juga kadang melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan lainnya pada anda atau anak anda.

Jika anda merasa anda atau anak anda adalah seorang penderita ADHD, segera bicarakan kondisi anda kepada dokter untuk segera menjalani pemeriksaan.

Sebelum anda atau anak anda melakukan pemeriksaan, ada baiknya untuk memberikan dokter catatan mengenai perilaku perilaku dari anda atau anak anda. Tergantung dari hasil diagnosa, anak anda atau anda akan disarankan untuk berobat ke psikiater atau ahli syaraf.

Pengobatan Untuk Penderita ADHD

ADHD dan Pengobatannya
Foto : Freestocks

Jenis – jenis pengobatan yang biasa diberikan kepada penderita ADHD adalah pelatihan perilaku, pemberian obat – obatan, atau keduanya.

Beberapa terapi yang bisa diikuti penderita ADHD antara lain psikoterapi, atau sesi curhat.

Sesi curhat adalah sesi dimana anda atau anak anda akan diajak berdiskusi mengenai dampak ADHD terhadap hidup anda sehari – hari dan bagaimana cara mengendalikannya.

Terapi pelatihan perilaku atau sikap adalah terapi dimana penderita ADHD diminta untuk memonitor perilaku impulsif atau hiperaktif mereka dan mengendalikan perilaku tersebut.

Penggunaan obat – obatan juga sangat membantu bagi penderita ADHD. Obat – obatan untuk pengobatan ADHD diramu untuk mempengaruhi reaksi kimia diotak yang membuat penderita ADHD lebih mudah mengendalikan perilaku dan konsentrasi mereka.

Obat – obatan untuk penderita ADHD.

Ada dua jenis obat – obatan yang biasanya diberikan untuk penderita ADHD: Stimulan dan Non-stimulan.

Stimulan pusat sistem syaraf adalah jenis obat – obatan yang diresepkan oleh dokter untuk penderita ADHD. Obat – obatan ini bekerja dengan meningkatkan reaksi kimia yang menghasilkan dopamine dan norepinephrine.

Obat – obatan yang termasuk dalam kategori ini antara lain Ritalin (methylphenidate) dan Adderall (stimulan berbasis amphetamine).

Jika stimulan tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi anda atau anak anda, atau justru menyebabkan efek samping, dokter akan menyarankan anda untuk menggunakan obat non stimulan. Obat – obat non-stimulan bekerja dengan meningkatkan norepinephrine diotak.

Obat – obatan yang masuk dalam kategori non-stimulan adalah Strattera (atomoxetine) dan Pamelor (Antidepressants nortriptyline).

Mengobati ADHD Secara Alami

ADHD dan Meditasi
Foto : Geza Molnar

Jika anda takut dengan efek samping yang ditimbulkan dari obat – obatan kimia, beberapa pengobatan alami bisa anda coba untuk mengurangi gejala ADHD yang anda atau anak anda alami.

Beberapa trik untuk mengobati ADHD secara alami antara lain:

  • Makan makanan yang sehat dan seimbang,
  • Berolahraga setidaknya satu jam dalam sehari,
  • Tidur yang cukup,
  • Membatasi penggunaan handphone, komputer dan televisi.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa yoga, tai chi dan beraktifitas diluar ruangan mampu menenangkan mereka yang sering bertidak impulsif.

Meditasi juga menjadi kegiatan favorit para penderita ADHD yang memilih cara penyembuhan tanpa obat – obatan. Penelitian menunjukkan bahwa anak – anak atau remaja yang melakukan meditasi mendapatkan efek positif pada kemampuan berkonsentrasi mereka, dan menurunkan rasa cemas dan depresi yang mereka alami.

Apakah ADHD termasuk disabilitas?

Walau ADHD sendiri termasuk kedalam gangguan kejiwaan, ADHD tidak termasuk kedalam disabilitas. Namun, ADHD bisa membuat anda kesulitan beraktifitas seperti normal.

ADHD dan Depresi

Jika anda atau anak anda adalah seorang pengidap ADHD, maka anda mungkin mengalami depresi. Fakta, tingkat depresi yang terjadi pada anak penderita ADHD lima kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki ADHD. Dan 31% dari orang dewasa pengidap ADHD melaporkan bahwa dirinya juga mengalami depresi.

Tentunya, menjadi pengidap ADHD bukan berarti anda otomatis mengalami depresi. Tapi penting untuk mengetahui adanya keterkaitan antara ADHD dan kemungkinan seseorang memiliki depresi.

Tips untuk para penderita ADHD

Jika anda atau anak anda adalah seorang penderita ADHD, jadwal yang terstruktur dan konsisten serta dateline dalam jangka waktu pendek bisa membantu anda.

Buat para penderita ADHD yang sudah dewasa, mencatat kegiatan anda sehari – hari adalah cara ampuh untuk membuat anda tetap fokus sepanjang hari.

Untuk anak kecil, mencatat PR yang harus dikerjakan dan meletakkan buku – buku dan alat tulis ditempat yang sudah ditentukan sangatlah membantu agar mereka tidak keteteran saat mengikuti pelajaran disekolah.

Mempelajari informasi – informasi mengenai ADHD juga membantu anda untuk lebih handal dalam mengendalikan perilaku anda. Forum – forum penderita ADHD baik online maupun lokal bisa menjadi ajang bertukar pikiran untuk berbagi cara terbaik mengendalikan perilaku inattentive atau hiperaktif impulsif anda.

Kesimpulan

ADHD bisa memiliki efek samping yang serius pada anak – anak atau orang dewasa. Baik itu masalah sekolah, pekerjaan dan hubungan sosialmu.

Jika anda berpikir anda atau anak anda adalah seorang pengidap ADHD, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah berbicara dengan dokter. Dokter bisa membantu anda menemukan perawatan yang tepat untuk mengurangi efek samping negatif yang ditimbulkan oleh ADHD.

Perlu diingat, bahwa banyak penderita ADHD yang menikmati hidup dan meraih kesuksesan dalam hidupnya. Jadi tidak usah patah semangat jika anda adalah seorang penderita ADHD.

Baca Juga : 5 Manfaat Meditasi Untuk Kesehatan Anda

Baca Juga : Benarkah Fidget Spinner Baik UntuK Kesehatan?

You might also like More from author

Comments