Penyebab Kentut Bau Pada Ibu Hamil & Cara Mengatasinya

9.197

Sering sekali para ibu hamil mengeluh akan bau kentut yang tidak sedap selama periode kehamilan. Kentut sendiri merupakan hal yang wajar terjadi pada ibu hamil, dan biasanya seorang ibu hamil akan kentut sebanyak 10 kali setiap harinya. Berikut ini penyebab kentut bau pada ibu hamil dan bagaimana cara untuk mengurangi bau tidak sedap tersebut.

Kentut sendiri secara medis disebut sebagai flatulensi. Flatulensi adalah dimana gas dalam tubuh mencari cara untuk keluar dari dalam tubuh itu sendiri; gas tersebut bisa keluar melalui proses flatulensi, atau dengan bersendawa.

Penyebab kentut bau pada ibu hamil
Kenapa kentut ibu hamil bau? Foto oleh Pixabay

Apa penyebab kentut bau pada ibu hamil ?

Penumpukan gas dalam tubuh tetap terjadi walaupun anda hamil atau tidak. Namun, ibu hamil akan lebih sering menemui kendala dengan menumpuknya gas dalam tubuh.

Salah satu hal yang menyebabkan seringnya terjadi penumpukan gas dalam tubuh ibu hamil adalah dikarenakan oleh meningkatnya hormon progesteron.

Progesteron adalah hormon yang berguna untuk melemaskan otot didalam tubuh seseorang.

Dikarenakan tingkat progesteron yang tinggi dalam tubuh ibu hamil, maka sistem pencernaan pun bekerja lebih lambat.

Dengan melambatnya kerja dari sistem pencernaan, maka penyerapan nutrisi yang berlangsung diusus pun berlangsung sekitar 30% lebih lama. Ini menyebabkan terkumpulnya gas yang menyebabkan perut kembung, bersendawa dan tentunya flatulensi alias kentut.

Flatuelensi juga sering terjadi bagi ibu yang hamil tua dikarenakan besarnya janin dalam rahin yang mengakibatkan tertekannya rongga perut ibu tersebut.

Tertekannya rongga perut menyebabkan seringnya terjadi penumpukan gas dalam perut seorang ibu hamil.

Tingginya kadar progesteron membuat seorang ibu hamil lebih susah mengendalikan kentut mereka. Sehingga jangan kaget bila ibu hamil mendadak mengeluarkan kentut disaat yang tidak tepat yang terkadang terasa sedikit memalukan.

Bagaimana mencegah kentut bau pada ibu hamil?

Mustahil bagi seorang ibu hamil untuk berhenti kentut disaat mengandung seorang bayi. Namun, ada trik yang bisa dilakukan untuk mencegah kentut bau pada ibu hamil.

Tujuan utama para ibu hamil adalah untuk mengurangi frekuensi flatulensi atau kentut itu sendiri. Beberapa makanan terbukti bisa pemicu kentut bau pada ibu hamil.

Beberapa makanan yang dipercaya menjadi penyebab kentut bau pada ibu hamil antara lain kacang – kacangan dan makanan berbahan gandum. Kemudian sayur – sayuran seperti brokoli, asparagus dan kubis walau sehat ternyata menjadi biang kerok dari kentut bau pada ibu hamil.

Asosiasi ibu Hamil Amerika menyarankan hal – hal berikut kepada para ibu hamil yang mengalami masalah dengan bau kentut mereka.

  • Hindari minuman bersoda
  • Hindari makan gorengan
  • Hindari minum menggunakan sedotan
  • Perbanyak makan namun dalam porsi kecil setiap hari
  • Berolahraga atau aktif bergerak
  • Makan pelan – pelan dan kunyahlah makanan dengan baik

Mengunyah makanan dengan baik merupakan salah satu cara terbaik mengurangi gas didalam perut. Kebanyakan gas diakibatkan oleh bakteri baik yang menempel di usus besar mencoba mengurai makanan yang tidak dicerna secara sempurna. Proses inilah yang menyebabkan terjadinya penumpukan gas dalam perut seseorang.

Penyebab kentut bau pada ibu hamil
Apa Kentut Bau Berbahaya Untuk Janin? Foto oleh Freestocks

Apakah bau kentut berbahaya untuk bayi yang ada didalam kandungan?

Penting buat para ibu hamil untuk tidak serta merta berhenti mengonsumsi makanan sehat seperti kacang – kacangan atau brokoli untuk menghilangkan kentut bau pada ibu hamil.

Mendapatkan asupan nutrisi yang mencukupi untuk anda dan bayi anda lebih penting daripada mencoba untuk menghilangkan kentut yang bau pada masa kehamilan.

Tidak ada efek samping dari bau kentut terhadap bayi yang ada dalam kandungan seorang ibu. Anda mungkin terganggu dari sendawa atau flatulensi yang sering terjadi, namun bayi anda sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut.

Satu – satunya yang bayi anda perdulikan adalah cukup atau tidaknya nutrisi yang dikonsumsi oleh seorang ibu setiap harinya.

Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang bersumber dari :

American Pregnancy Org

Netter’s Obstetrics and Gynecology, Second Ed. Smith, Roger, Ch. 24.

Mayo Clinic Guide to a Healthy Pregnancy– Ed. Harms, Roger M.D., et al, Section III.

Baca juga : Wow! ini alasan mengapa lebih banyak bayi laki – laki dibanding bayi wanita.

You might also like More from author

Comments