Uang Bisa Membeli Kebahagiaan! Belilah Waktu Luang!

1.476

Menggunakan uang yang anda dapat untuk mendapatkan waktu luang berdampak signifikan terhadap kesehatan.

Dalam sebuah percobaan, peserta melaporkan bahwa dirinya jauh lebih bahagia jika menghabiskan 500 ribu rupiah untuk waktu luang – seperti menyewa pembantu rumah tangga – dibandingkan membeli barang atau harta benda.

Psikolog sendiri mengatakan bahwa kekurangan waktu luang membuat anda terancam resiko kecemasan berlebihan dan insomnia.

Namun, bahkan orang yang bisa dibilang kaya pun terkadang tidak rela membayar orang melakukan pekerjaan yang mereka tidak suka.

Waktu Luang Membuat Orang Bahagia Pixabay
Sumber : Pixabay

Sebuah percobaan pun membuktikan bahwa waktu luang berdampak kepada kebahagiaan seseorang.

Dr. Elizabeth Dunn, seorang profesor psikologi dari University of British Columbia Kanada mengatakan “Sebuah survei dilakukan untuk mencari tahu jika seseorang yang membayar orang untung melakukan pekerjaan rumah atau waktu luang lebih bahagia dan puas terhadap hidup mereka.”

Meningkatnya pendapatan per kapita diberbagai negara menyebabkan munculnya fenomena baru. Dinegara maju sendiri seperti Amerika Serikat dan Jerman, para pekerja melaporkan “kekurangan waktu luang”, dimana mereka mengalami stress akibat kurangnya waktu untuk bersantai akibat pekerjaan sehari – hari.

Psikologis di Amerika Serikat, Kanada dan Belanda bekerja sama untuk menguji coba hipotesis mereka apakah benar ‘uang bisa membeli kebahagiaan.’

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebahagiaan seseorang dengan memberikan mereka waktu luang. Percobaan ini diikuti lebih dari 6.000 orang dewasa dari Amerika Serikat, Kanada, Denmark dan Belanda. Didalamnya diikutsertakan pula 800 miliarder dimana mereka diberi pertanyaan bagaimana mereka menggunakan uang mereka untuk mendapatkan waktu luang / berlibur.

Para peneliti menemukan bahwa kurang dari sepertiga peserta mengeluarkan uang untuk “membeli” waktu luang buat mereka tiap bulannya.

Sedangkan mereka yang mengeluarkan biaya lebih untuk membayar seseorang melakukan pekerjaan mereka merasa hidup mereka lebih bahagia.

Berbekal hasil penelitian diatas, mereka melakukan percobaan selama dua minggu kepada 60 orang pekerja dewasa di kota Vancouver, Kanada.

Dalam satu akhir pekan, para peserta uji coba diminta untuk mengeluarkan uang sebanyak 40 dolar USD (Sekitar 500 ribu rupiah) untuk membeli sesuatu yang bisa menghemat waktu mereka.

Mereka menggunakan uangnya untuk memesan makan siang via jasa antar, membayar pembantu harian untuk membersihkan kebun mereka, atau membayar anak mereka sendiri untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga mereka.

Kemudian akhir pekan berikutnya, mereka diminta untuk menggunakan sebagian uang mereka untuk membeli harta benda atau barang belanjaan seperti anggur, buku atau pakaian baru.

Seperti yang ditulis didalam jurnal yang diterbikan oleh National Academy of Sciences, penelitian ini menemukan bahwa menggunakan uang untuk meluangkan waktu anda dari pekerjaan rumah lebih meningkatkan tingkat kebahagiaan seseorang dibandingkan membeli harta benda seperti buku atau baju.

Waktu Uang Membuat Orang Bahagia Pekerjaan Rumah Pexels
Sumber : Pexels

Uang bisa membeli kebahagiaan jika kamu membeli “waktu luang”.

“Uang pada nyatanya bisa membeli waktu dan ternyata waktu yang dibeli cukup efektif.” Ujar Professor Dunn, yang bekerja sama dengan psikolog dari Harvard Business School, Maastricht University dan Vrije Universiteit Amsterdam.

“Jadi pesan yang bisa diambil adalah jika ada sesuatu yang anda tidak suka melakukannya dan justru membebanimu dengan rasa cemas dan bersalah, bayarlah orang untuk melakukan pekerjaan tersebut.”

Psikologis berkata bahwa studi ini membantu mereka yang merasa stress ketika harus “bekerja lembur”, yaitu mereka yang harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga sesaat setelah pulang kerja.

“Saya pikir bahwa banyak orang yang bekerja lembur untuk menghindari melakukan pekerjaan yang ada dirumah.” Profesor Dunn menambahkan.

Penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa mereka yang memprioritaskan waktu dibandingkan dengan uang lebih bahagia dibandingkan mereka yang mementingkan uang dibandingkan waktu.

Baca Juga : Kebiasaan ini membuatmu jauh dari resiko terkena kanker.

You might also like More from author

Comments