Wanita Berkumis atau Berjenggot, Apa Sebabnya?

1.981

Wanita Berkumis atau Berjenggot, Kok Bisa?

Kumis atau jenggot biasanya merupakan hal yang wajar ditemukan pada pria. Namun ada kalanya kita melihat wanita berkumis atau bahkan memiliki jenggot didagunya. Kok bisa?

Munculnya rambut yang diinginkan pada tubuh dan wajah wanita dalam dunia medis disebut dengan hirsutisme. Semua wanita punya jenggot atau kumis, namun warna “jenggot atau kumis” yang tumbuh biasanya tidak terlalu kasat mata / berwarna terang.

Hirsutisme terjadi ketika rambut yang tumbuh diwajah atau tubuh wanita berwarna lebih gelap dan bertekstur lebih kasar. Biasanya wanita punya jenggot atau kumis diidentikkan dengan tingginya hormon pada tubuh wanita tersebut.

Menurut Indian Journal of Dermatology, hirsutisme terjadi pada sekitar 5 hingga 10 persen wanita. Sebagian besar disebabkan oleh faktor keturunan, sehingga anda para wanita berkemungkinan lebih besar memiliki jenggot atau kumis jika ibu, saudara perempuan, atau kerabat wanita dikeluarga anda juga memiliki hirsutisme.

Wanita berkumis dan berjenggot sering ditemukan didaerah Mediteranian, Asia Tenggara dan Selatan, dan timur tengah.

Jenggot atau kumis pada wanita sendiri tidak membahayakan kesehatan, namun, ketidakseimbangan hormon pada wanita mungkin bisa memicu tumbulnya masalah kesehatan jika berlangsung dalam waktu yang lama.

Apa yang menyebabkan adanya wanita berkumis atau berjenggot?

Penyebab Wanita Berkumis dan Berjenggot
Foto dari Healthy and Natural Life

Wanita yang punya jenggot, kumis atau berbulu lebih lebat dikarenakan memiliki hormon androgen yang lebih tinggi daripada biasanya. Androgen adalah hormon yang kadarnya tinggi didalam tubuh pria seperti testosterone.

Semua wanita memiliki hormon androgen, namun dalam kadar yang rendah. Beberapa kondisi kesehatan bisa mempengaruhi kemampuan tubuh wanita dalam memproduksi androgen. Ketidakseimbangan hormon ini bisa memicu pertumbuhan rambut yang berlebihan mirip dengan pola pertumbuhan rambut pada pria.

Berikut penyebab wanita berkumis atau berjenggot pada umumnya.

Faktor Genetik atau Rasial

Wanita yang berasal dari wilayah mediteranian, asia selatan atau tenggara, dan timur tengah memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki bulu berlebih ditubuhnya dibandingkan mereka yang berasal dari eropa atau benua amerika.

Para wanita yang ibunya, saudara perempuan, bibi atau mungkin neneknya memiliki bulu lebih banyak dibandingkan wanita pada umumnya juga memiliki kemungkinan untuk terlahir dengan rambut yang tumbuh subur ditubuh mereka.

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Polycystic Ovarian Syndrome adalah kondisi yang diakibatkan kista yang muncul diovarium mempengaruhi kemampuan tubuh dalam memmproduksi hormon.

Sebagai hasilnya, maka wanita tersebut akan mengalami menstruasi yang tidak menentu dan ketidaksuburan.

Wanita yang memiliki PCOS cenderung memiliki banyak jerawat diwajahnya dan gampang mengalami kenaikan berat badan. Beberapa gejala lain yang muncul antara lain:

  • Mudah capek,
  • Mood gampang berubah – rubah,
  • Sakit dibagian pinggul,
  • Gampang Sakit Kepala,
  • dan Insomnia.

Kelainan Kelenjar Adrenal

Kelainan kelenjar adrenal sebagai berikut bisa mengakibatkan ketidakseimbangan hormon:

  • Kanker adrenal,
  • Tumor pada kelenjar adrenal, dan
  • Adrenal Hyperplasia (Penyakit bawaan)

Kelenjar adrenal, yang terletak diatas ginjal, berfungsi sebagai produsen hormon dalam tubuh. Mereka yang memiliki penyakit adrenal hyperplasia terlahir tanpa enzim yang dibutuhkan untuk tubuh agar bisa memproduksi hormon secara normal.

Stress

Wanita yang sedang mengalami stress akan mengalami ketidakseimbangan hormon dalam tubuhnya. Ini diakibatkan melejitnya kadar kortisol, hormon yang biasa disebut dengan nama “stress hormone”. Tingginya kadar kortisol dalam tubuh wanita mempengaruhi jumlah androgen yang dihasilkan oleh tubuh.

Obat – obatan

Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam obat – obatan bisa mempengaruhi pertumbuhan rambut atau bulu pada wanita. Contoh dari bahan kimia yang bisa menyebabkan wanita punya jenggot atau kumis antara lain:

  • Minoxidil,
  • Anabolic Steroid,
  • Testosteron,
  • Cyclosporine.

Penggunaan Pil KB atau Masa Kehamilan

Tumbuhnya kumis, jenggot atau bulu secara berlebihan umum terjadi pada wanita yang mengonsumsi pil KB atau sedang dalam masa kehamilan.

Penggunaan pil KB atau masa kehamilan membuat beberapa perubahan terjadi pada tubuh wanita, namun kabar baiknya pertumbuhan bulu yang disebabkan oleh hal ini biasanya hanya berlangsung sementara saja.

Faktor Usia atau Menopause

Seiring dengan bertambahnya umur wanita, terutama bagi wanita yang telah mengalami menopause, maka estrogen didalam tubuh mereka akan berkurang.

Berkurangnya hormon estrogen pada tubuh wanita membuat tubuh wanita tersebut menjadi lebih sensitif pada hormon androgen. Hal ini menyebabkan mulai munculnya rambut – rambut halus dibagian dagu, tangan, dada atau perut.

Itulah tadi penyebab mengapa seorang wanita bisa memiliki jenggot atau kumis. Jika sahabat diary sehat termasuk wanuta yang memiliki rambut berlebih ditubuhnya, maka perawatan seperti laser hair removal atau electrolysis bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Baca Juga : Kenapa Cowok Punya Puting.

You might also like More from author

Comments